

Soe Hok Gie adalah seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia angkatan 62, yang tak hanya mengkritik Presiden Soekarno di Orde Lama, tetapi juga melibas berbagai ketidakadilan yang dilakukan oleh Presiden Soeharto di era Orde Baru. Soe Hok Gie menuangkan seluruh idealisme, opini, dan pemikirannya dalam sebuah jurnal yang kemudian dibukukan, Catatan Seorang Demonstran.
Soe Hok Gie menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), di mana ia dikenal sebagai aktivis independen yang menolak politik praktis masuk ke kampus dan berusaha menjaga netralitas organisasi kemahasiswaan. Ia memilih bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) dan merupakan penggagas didirikannya Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI.

Budiman Sudjatmiko adalah aktivis dan politikus yang berkontribusi besar dalam perjuangan reformasi dan pembangunan sosial di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu aktivis 98 yang aktif memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia selama era Orde Baru. Selain itu, Budiman turut berperan dalam penyusunan Undang-Undang Desa pada tahun 2009, yang bertujuan memberikan otonomi dan pengembangan desa secara lebih mandiri dan berkeadilan.
Sejak menjadi aktivis muda, Budiman Sudjatmiko aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan gerakan mahasiswa yang berujung pada penangkapannya dan hukuman penjara selama beberapa tahun oleh rezim Orde Baru. Setelah itu, ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan dan memegang berbagai posisi penting, termasuk sebagai Wakil Ketua Panitia Khusus RUU Desa dan Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.